“ANDAI AKU MENJADI GUBERNUR BANK INDONESIA (BI)?”
Tema Artikel ini yang bertemakan “ ANDAI AKU MENJADI GUBERNUR BANK INDONESIA (BI)”, sungguh sangat menggelitik dan controversial juga unik disaat Perbankaan Indonesia sedang terbelit akan adanya kasus-kasus perbankan yang saat ini masih misterius untuk diungkapkan. Siapa sih orang yang tidak mau menduduki jabatan Gubernur BI yang sangat bergengsi ini? Pasti semua orang ingin mendudukinya!.
Dari tema yang controversial dan unik, jika saya mendapatkan anugerah terbesar bagi saya untuk dapat mencicipi jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang sangat bergengsi ini ada beberapa geliat/ keinginan saya yang paling pokok yaitu berupa:
1. Yang paling utama adalah untuk meneguhkan/menanamkan selalu berbuat jujur pada diri sendiri dan bawahan dalam segala perbuatan dan lisan agar dari kepribadian yang jujur TIDAK Mencetak oknum-oknum yang TIDAK bertanggung jawab dan merugikan.
2. Ikut serta berkonsolidasi dengan Menteri Keuangan untuk membantu menyelesaikan PR Kepolisian dan KPK terhadap kasus Bank Century yang saat sekarang masih sangat misterius untuk diungkapkan.
3. Memonitoring bank-bank swasta yang membutuhkan dana talangan (bail out), supaya Negara tidak dirugikan seperti dulu yaitu Bank Indonesia (BI) memberi dana talangan terhadap Bank Century.
4. Memperketat peraturan tentang perbankan pendirian Bank Swasta, agar TIDAK terjadi lagi seperti kasus Bank Century dan pencucian uang yang bisa merugikan masyarakat Indonesia dan juga merusak citra perbankan Indonesia di mata dunia Internasional.
5. Mengerahkan segala pikiran dan tenaga untuk ikut andil mendobrak perekonomian Indonesia minimal tidak terjadi INFLASI/KRISIS MONETER yang pernah terjadi saat masa Reformasi tahun 1998, dan usaha Maksimal adalah bisa MENAIKKAN Perekonomian Indonesia dari belenggu keterpurukan ekonomi Negara.
6. Berkonsolidasi dengan berbagai Menteri untuk bisa menyamakan nilai tukar rupiah bisa bernilai SAMA dengan Dollar, setidaknya nilai Kurs Rupiah tidak beda jauh dengan nilai Dollar.
7. Ingin mengembalikan lagi arti pentingnya ANGKA pada uang dengan menghilangkan digit Nol pada mata uang Indonesia karena terlalu boros dilihat jika dibandingkan dengan mata uang Negara lain, dimana angka 1 dinegara lain seperti Amerika, Arab, Inggris, Jepang dll memiliki arti atau sangat bernilai di Negara-negara tersebut dan bisa untuk bertransaksi jual beli secara langsung, tapi sangat BERBANDING TERBALIK, arti angka 1 di mata uang Indonesia yang bukan lagi rahasia umum lagi tidak memiliki nilai/arti yang mana TIDAK bisa digunakan untuk bertransaksi jual beli secara langsung yang mungkin untuk saat sekarang hanya digunakan sebagai koleksi oleh para kolektor barang-barang tua.
8. Ingin membuat mata uang baru lagi yang bernomial besar dengan bahan mata uang dicampuri logam mulia/emas agar oknum tindak criminal pemalsuan uang tidak bisa memalsukan uang tersebut yang dapat merugikan masyarakat.
9. Lagi-lagi berkonsolidasi dengan Menteri-menteri agar Bisa merebut kembali gelar perekonomian Indonesia sebagai “ MACAN ASIA” yang sekarang dipegang oleh Hongkong, jika gelar “MACAN ASIA” bisa direbut kembali maka Indonesia bisa dikatakan dapat diperhitungkan di mata dunia Internasional bukan lagi hanya kawasan benua ASIA.
Dari semua pengandaian diatas jika saya menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang intinya adalah JIKA SAYA MENJADI GUBERNUR BANK INDONESIA (BI) SAYA INGIN MEMPERBAIKI LEBIH BAIK PEREKONOMIAN INDONESIA YANG SUDAH DIANGGAP PALING BAIK DIMASANYA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar